Deepfake adalah video, gambar, atau suara palsu yang dibuat dengan kecerdasan buatan sehingga tampak seperti asli. Teknologi ini makin mudah diakses, sehingga risikonya tidak lagi hanya mengancam tokoh publik, tetapi juga perusahaan dan pelaku usaha.
Modus yang perlu diwaspadai: pelaku meniru suara atau wajah atasan, mitra, atau vendor untuk meminta transfer dana yang mendesak, mengganti nomor rekening pembayaran, atau meminta data rahasia perusahaan.
1. Verifikasi lewat saluran kedua. Konfirmasi setiap permintaan transfer atau perubahan rekening melalui saluran berbeda, misalnya menelepon balik ke nomor yang sudah tercatat, bukan nomor yang tercantum dalam pesan tersebut.
2. Terapkan persetujuan berlapis. Transaksi di atas nilai tertentu sebaiknya membutuhkan persetujuan lebih dari satu orang. Prosedur ini sederhana, tetapi sangat efektif mencegah kerugian.
3. Sepakati kode verifikasi internal. Kata atau pertanyaan rahasia yang hanya diketahui tim dapat dipakai untuk memastikan lawan bicara benar-benar orang yang dimaksud, terutama untuk permintaan mendesak.
4. Latih karyawan mengenali tanda bahaya. Waspadai permintaan yang sangat mendesak, permintaan untuk merahasiakan sesuatu, kualitas video atau suara yang janggal, dan perubahan prosedur yang tidak biasa.
5. Rapikan jejak transaksi. Sistem dengan alur persetujuan dan riwayat aktivitas yang tercatat membuat setiap transaksi lebih mudah ditelusuri dan diawasi.
Teknologi pendeteksi terus berkembang, tetapi prosedur yang jelas dan karyawan yang waspada tetap menjadi pertahanan terbaik bagi bisnis Anda.
Foto ilustrasi: Evgeny Ozerov via Unsplash.