**Tangerang, 31 Agustus 2026** — Pengembangan teknologi taksi terbang di Indonesia memasuki tahap baru setelah PT Vela Prima Nusantara atau **Vela Aero** memperkenalkan prototipe fisik skala penuh **Vela Alpha** dalam ajang Heli Expo Asia (HEXIA) 2026 di Cengkareng Heliport, Tangerang, Banten.
Kehadiran prototipe tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan **Advanced Air Mobility (AAM)** di Indonesia. Vela Alpha dikembangkan sebagai pesawat dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal atau *vertical take-off and landing*, sehingga tidak membutuhkan landasan pacu konvensional seperti pesawat pada umumnya.
## Dirancang untuk Mobilitas Indonesia
Vela Aero mengembangkan Alpha dengan mempertimbangkan karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan serta kebutuhan mobilitas perkotaan yang menghadapi persoalan kemacetan dan keterbatasan konektivitas.
Konsep tersebut membuat Vela Alpha tidak hanya diarahkan untuk perjalanan perkotaan, tetapi juga berpotensi digunakan untuk menghubungkan wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
Dalam pengembangannya, Vela Alpha menggunakan konfigurasi **lift-and-cruise** dengan teknologi **Distributed Electric Propulsion (DEP)** yang terdiri dari sembilan motor listrik independen. Sistem tersebut memungkinkan pesawat melakukan lepas landas dan pendaratan secara vertikal sebelum beralih ke mode jelajah menggunakan sayap.
Vela Aero juga menyatakan bahwa rancangan Alpha mengutamakan redundansi pada sejumlah sistem penting untuk meningkatkan aspek keselamatan penerbangan.
## Dua Pilihan Sistem Penggerak
Vela Alpha disiapkan dalam dua konfigurasi utama. Varian pertama merupakan versi listrik murni atau **eVTOL** yang ditujukan untuk kebutuhan *Urban Air Mobility* (UAM).
Berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan dalam rangkaian HEXIA 2026, varian listrik tersebut ditargetkan memiliki jangkauan hingga **150 kilometer**. Sementara itu, varian **hybrid-electric atau hVTOL** dikembangkan untuk kebutuhan penerbangan dengan jarak yang lebih jauh dan ditargetkan memiliki jangkauan hingga **500 kilometer**.
Pesawat ini dirancang membawa **satu pilot dan hingga enam penumpang**, dengan kecepatan jelajah yang ditargetkan mencapai sekitar **250 kilometer per jam**.
## Ditargetkan Terbang Akhir 2026
Meski prototipe skala penuh telah diperkenalkan kepada publik, Vela Alpha masih berada dalam tahap pengembangan dan belum menjadi layanan taksi udara komersial.
Vela Aero menargetkan **uji terbang perdana pada kuartal IV 2026**. Tahap tersebut akan menjadi bagian penting sebelum pesawat memasuki rangkaian pengujian, proses sertifikasi kelaikudaraan, serta persiapan ekosistem operasional.
Perusahaan menargetkan **Type Certification** dapat diperoleh pada akhir 2028. Jika seluruh tahapan pengembangan dan sertifikasi berjalan sesuai rencana, Vela Alpha ditargetkan memasuki tahap **Entry Into Service (EIS) pada awal 2029**.
Artinya, masyarakat belum dapat menggunakan Vela Alpha sebagai taksi terbang komersial saat ini. Pesawat tersebut masih harus melewati berbagai tahapan teknis, keselamatan, regulasi, sertifikasi, serta kesiapan infrastruktur pendukung seperti vertiport dan fasilitas pemeliharaan.
## Menuju Ekosistem Advanced Air Mobility Indonesia
Pengembangan Vela Alpha juga tidak hanya berfokus pada pembuatan pesawat. Vela Aero menyatakan ingin membangun ekosistem Advanced Air Mobility yang mencakup pesawat, infrastruktur, operator, pemeliharaan, serta berbagai pihak pendukung lainnya.
Dalam keterangannya, jajaran eksekutif Vela Aero menyebut bahwa perusahaan ingin mengembangkan ekosistem AAM terintegrasi sekaligus mendorong Indonesia menjadi salah satu pusat inovasi dan pengembangan teknologi kedirgantaraan di Asia Tenggara.
Sebelumnya, PT Vela Prima Nusantara juga telah bekerja sama dengan **PT Dirgantara Indonesia (PTDI)** dalam pengembangan Vela Alpha. PTDI menyebut Alpha sebagai salah satu bagian dari pengembangan Advanced Air Mobility untuk mendukung konektivitas wilayah urban maupun daerah dengan akses transportasi yang terbatas.
Dengan diperkenalkannya prototipe skala penuh di HEXIA 2026, Vela Alpha kini memasuki fase yang lebih konkret menuju pengujian penerbangan. Namun, keberhasilan proyek ini tetap akan sangat bergantung pada hasil pengujian, sertifikasi, kesiapan teknologi, regulasi, infrastruktur, dan kelayakan operasional.
Jika seluruh target tersebut dapat dicapai sesuai rencana, Vela Alpha berpotensi menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan industri **Advanced Air Mobility buatan Indonesia**.